Jelang Purna Tugas Soekarwo Setujui Raperda Penanaman Modal
Surabaya - Masa jabatan Gubernur Jatim Soekarwo akan habis, Selasa (12/2/2019). Sehari menjelang purna tugasnya, Pakdhe Karwo sapaan akrabnya mengikuti sidang paripurna. Dalam sidang tersebut, dia menyetujui raperda penanaman modal.

Persetujuan ini sebelumnya disampaikan 9 fraksi melalui pandangan umum fraksi. Pakdhe Karwo mengatakan perda penanaman modal ini mempertimbangkan ekonomi kecil di dalam pembangunan Jatim.

"Jadi menurut pendapat saya sudah dalam jalur yang benar. Perda ini juga sebagai perlindungan afirmatif yang jelas terhadap investasi ekonomi kerakyatan atau usaha kecil," kata Pakdhe Karwo di Kantor DPRD Jatim Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (11/2/2019).

Pakdhe Karwo menambahkan raperda ini tidak hanya mengatur kemudahan perizinan, namun juga mengembangkan iklim penanaman modal. Ini berguna untuk pemberdayaan usaha kecil dan menengah agar dapat bersaing ketat.


Sementara untuk menarik investor, Pakdhe Karwo menyarankan tidak hanya dilakukan dengan percepatan pelayanan perizinan. Tetapi dengan promosi penanaman modal baik di dalam maupun luar negeri.

Selain itu, bisa dilakukan dengan pemberian insentif bagi penanam modal. Insentif ini berupa pengurangan atau pembebasan pajak dan retribusi daerah. Bisa pula dengan pemberian bantuan modal untjk investor UMKM.

"Dengan iklim penanaman modal positif, maka pertumbuhan ekonomi di Jatim akan positif, dan saya berharap Jatim akan senantiasa dalam level tinggi pencapaian indeks penanaman modal secara nasional," lanjut Pakdhe Karwo.

Sementara Pakdhe Karwo menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap masyarakat Jatim. Yang mana selama 10 tahun kepemimpinannya, masyarakat memberikan dukungan luar biasa.


Menurutnya, masyarakat Jatim adalah masyarakat yang sangat matang terhadap demokrasi. Selain itu, masyarakat Jatim juga sangat terbuka, namun tetap berlandaskan budaya dan spiritual kuat.

"Suasana seperti ini yang kemudian melahirkan pemerintahan di Jatim yang menekankan pendekatan musyawarah mufakat atas dasar pandangan hidup yakni persaudaraan dan kekerabatan," imbuhnya.

Tak hanya itu, Pakdhe Karwo juga menyampaikan terimakasihnya atas kerjasama yang terjalin antara eksekutif dan legislatif. Di mana selama 10 tahun menjabat, Pakdhe Karwo mengaku tak pernah melakukan voting dalam pengambilan keputusan, melainkan dengan musyawarah mufakat.

"Inilah working ideologi yang sangat baik. Ideologi bekerja dalam kehidupan sehari-hari, bukan ideologi yang menjadi slogan," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Pakdhe Karwo juga meminta maaf kepada masyrakat dan seluruh pihak. Ini terkait kinerjanya selama 10 tahun memimpin Jatim.

"Terakhir, saya pribadi dan atas nama keluarga mohon maaf lahir batin. Dimana dalam kehidupan ini yang maksudnya baik belum tentu juga penerimaan atau pelaksanannya juga baik," pungkas Pakdhe Karwo.
(hil/fat)

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-4423527/jelang-purna-tugas-soekarwo-setujui-raperda-penanaman-modal


Kembali Print

Shate to
Facebook Google+ Twitter Digg