Kejati Riau temukan unsur korupsi RTH Kaca Mayang Pekanbaru
p>Merdeka.com - Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau dan tim ahli teknis asal Medan memeriksa fisik kompleks ruang terbuka hijau (RTH) Kaca Mayang, Jalan Jenderal Sudirman Kota Pekanbaru. Jaksa menemukan adanya unsur korupsi pada proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Pemprov Riau itu.

Asisten Pidana Khusus Kejati Riau, Sugeng Riyanta, mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pembangunan RTH tersebut.

"Kita melakukan uji labor untuk memastikan apakah pekerjaan yang sudah dilaksanakan oleh kontraktor sesuai spesifikasi teknis dalam kontrak," kata Sugeng, Selasa (27/2).

Menurut Sugeng, pemeriksaan fisik tersebut untuk mencari bukti kuat dalam menetapkan tersangka nantinya. Sebab, jaksa menemukan adanya dugaan korupsi pada RTH senilai Rp 7 miliar tersebut.

"Pemeriksaan itu merupakan bagian dari penyidikan untuk memperkuat alat bukti yang telah dikantongi penyidik dalam pembangunan RTH ini," terang Sugeng.

Sugeng menjelaskan penyidik telah mengantongi alat bukti berupa kerugian negara dalam proyek pembangunan RTH pada 2016 silam itu. Namun, Sugeng belum membeberkan nilai kerugian negara dalam proyek tersebut.

"Kasus ini sudah masuk dalam tahap penyidikan beberapa waktu lalu. Penyidikan perkara tersebut juga sejalan dengan pembangunan RTH Tunjuk Ajar Integritas di Jalan Ahmad Yani Pekanbaru," ucap Sugeng.

Dua RTH itu dibangun pada tahun yang sama, dan keduanya diduga menjadi ajang bancakan sejumlah pihak untuk dikorupsi berjemaah. Untuk RTH Tunjuk Ajar Integritas, penyidik telah menetapkan 18 orang tersangka.

"Beberapa orang tersangka telah ditahan dan akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru," jelasnya.

Sugeng menjelaskan, dari pemeriksaan penyidik dugaan Tipikor pada proyek kedua RTH tersebut memiliki kemiripan yakni dalam proses tender proyek. Namun, kembali lagi dia menegaskan perlu ada data riil sebelum dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

"Kasusnya kurang lebih sama, terkait masalah temuan proses tender. Tapi proses tender saja kan tidak cukup. Biar diperoleh alat bukti cukup, maka membutuhkan keterangan ahli teknis," kata dia.

Pembangunan tugu dan dua kawasan RTH itu dikerjakan Dinas PU Pemprov Riau dengan anggaran senilai Rp15 miliar dengan rincian Rp8 miliar untuk RTH Tunjuk Ajar dan Rp7 miliar untuk RTH Puteri Kaca Mayang.

Untuk RTH Integritas Tunjuk Ajarn Penyidik menaksir kerugian negara mencapai Rp1,23 miliar dari proyek senilai Rp8 miliar tersebut. Anggaran untuk proyek tersebut berasal dari APBD Riau tahun 2016. Proyek itu diduga telah direkayasa dalam proses tender dan indikasi pengaturan fee proyek, sehingga ada kerugian negara sebesar itu.

RTH Tunjuk Ajar yang juga terdapat Tugu Integritas sebelumnya diresmikan oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Raharjo pada 10 Desember 2016 lalu bertepatan dengan peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) di Indonesia yang dipusatkan di Riau.

Kala itu, tugu ini disebut didirikan dengan tujuan sebagai permulaan Riau untuk bersih dari korupsi karena selama ini masuk daerah lima besar yang disupervisi KPK. [lia]

https://www.merdeka.com/peristiwa/kejati-riau-temukan-unsur-korupsi-rth-kaca-mayang-pekanbaru.html


Kembali Print

Shate to
Facebook Google+ Twitter Digg