Polri Pertebal Pengamanan di Papua Hingga Desember
Jakarta - Polri tetap menyiagakan pasukan tambahan di Papua dan Papua Barat hingga Desember. Polri menganalisis masih ada potensi ancaman di Bumi Cenderawasih.

"Karena kami masih melihat ancaman, (pasukan tambahan disiagakan) hingga Desember. Belum (ditarik)," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo usai acara FGD Divisi Hunas Polri di Hotel Gran Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2019).



Dedi menerangkan saat ini aktivitas masyarakat di Papua dan Papua Barat kembali seperti sedia kala. Dedi menuturkan penangkapan dan proses hukum terhadap beberapa warga bertujuan menjamin keamanan di sana.

"Seluruh aktivitas masyarakat berjalan normal kembali. Penegakan hukum dalam rangka menjamin keamanan di Papua agar seluruh kehidupan masyarakat berjalan normal dan aktivitas pembangunan berjalan baik," jelas Dedi.



Dedi menambahkan kuantitas konten hoax yang beredar di kalangan masyarakat Papua dan Papua Barat menurun sehingga Kemenkominfo memulihkan kembali jaringan internet. Kendati demikian, kata Dedi, hoax masih tetap ada.

"Namanya hoax tetap ada, cuma kapasitas menurun. Itu satu pertimbangan akses internet dipulihkan kembali. Sebaran berita hoaks tetap ada," ucap Dedi.

Dalam kasus kerusuhan di Papua dan Papua Barat, terdapat 85 warga yang ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan berbagai peran. Terakhir, Senin (9/9), Polda Papua menangkap Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Buchtar Tabuni. Buchtar diduga melakukan tindak pidana makar.


(aud/knv)

https://news.detik.com/berita/d-4702218/polri-pertebal-pengamanan-di-papua-hingga-desember


Kembali Print

Shate to
Facebook Google+ Twitter Digg