Yuk Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak dengan Rumus G4G1L5 Jakarta, Konsumsi gula garam dan lemak (GGL) berlebih menjadi faktor meningkatnya penyakit menular (PTM) di Indonesia setiap tahunnya. Untuk mengedukasi masyarakat terkait batasan maksimal konsumsi GGL, para ibu rumah tangga dan dokter di puskesmas pun memegang peranan penting.

Seperti diketahui, batas maksimal konsumsi gula yakni 4 sdm, garam 1 sdt, dan lemak 5 sdm per hari per orang. Nah, dikatakan Kasub bagian Kemitraan Promosi Kesehatan Kemenkes RI, Theresia Irawati SKM, MKes dokter di puskesmas dan para ibu rumah tangga bisa diberdayakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Kenapa dokter puskesmas? Karena mereka yang paling sering bertemu masyarakat dan puskesmas sebagai faskes pertama sehingga diharap bisa mengedukasi pasien agar dalam memasak atau mengonsumsi makanan bisa dibatasi jumlah gula, garam, dan lemaknya," kata Theresia.

Selain dokter di puskesmas, para ibu rumah tangga pun bisa menjadi agent of change. Apalagi, mengingat umumnya saat memasak para ibu ingin menyajikan hidangan yang enak di mana cenderung gurih, asin, dan berminyak. Demikian diungkapkan Theresia.

Baca juga: Dalam Diet Mayo, Bolehkah Sesekali Makan Gorengan?

"Tapi di balik gurihnya itu ada risiko kesehatan. Contohnya, pisang goreng dan rebus memang lebih enak yang digoreng, tapi risiko kelebihan asupan lemak lewat minyak lebih besar pisang goreng. Padahal dalam sehari maksimal gula 4 sdm, garam 1 sdt dan lemak 5 sdm," tutur Theresia.

Hal itu ia sampaikan di sela-sela Program Edukasi Konsumsi Gula, Garam, lemak, dan Baca Label Kemasan di Kantor Dinas Kesehatan, Jl Kesehatan, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2015). Khusus para ibu, Theresia memiliki pesan khusus terkait pola asuh anak.

Diharapkan, ibu bisa mulai mengurangi asupan gula, garam, dan lemak berlebih dimulai dari anak mereka masih bayi supaya indra perasanya 'terbentuk'. Sehingga, ketika besar diberi makanan yang mengandung gula, garam, lemak berlebih, anak tidak akan suka. Sebaliknya, jika dibiasakan makan yang gurih dari kecil, saat besar kalau makan yang tidak gurih dia tidak mau.

Baca juga: Salah Satu Cara Mudah Cegah Stroke dan Kanker: Jalan Kaki Bareng Teman

Nah, program edukasi hasil kerjasama Kemenkes RI, BPOM, dan Nutrifood ini diikuti oleh kurang lebih 200 dokter dari 44 puskesmas kecamatan dan 156 puskesmas kelurahan di DKI Jakarta. Head of Research Nutrifood Indonesia, Susana menuturkan prevalensi penyakit tidak menular seperti hipertensi, penyakit jantung, dan diabetes makin meningkat dan tidak hanya dialami usia tua saja tapi usia muda. Seperti diketahui, penyakit tidak menular dipengaruhi pola hidup yang kurang sehat.

"Maka diperlukan edukasi tentang berapa konsumsi gula, garam, dan lemak yang benar. Lalu, bagaimana menjadi konsumen yang cerdas dengan membiasakan membaca nutrition fact pada kemasan. Intinya bagaimana kita berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bisa membatasi asupan GGL dan memilih panganan yang sehat," kata Susana.


(rdn/vit)

http://health.detik.com/read/2015/02/05/172924/2824880/763/yuk-batasi-konsumsi-gula-garam-dan-lemak-dengan-rumus-g4g1l5


Kembali Print

Shate to
Facebook Google+ Twitter Digg