iPhone XR dan harapan Apple kepada gadget gandengan

Sudah lama juga Apple memang merilis iPhone dengan konsep 'bergandengan.' Ketika iPhone 5S muncul, iPhone 5C juga dirilis. iPhone 6, 6s, dan 7, juga diusung bergandengan dengan versi Plus. Tentu tahun lalu juga cukup monumental di mana 3 buah iPhone yakni iPhone 8, 8 Plus dan iPhone X dirilis.

Namun jika kita melihat pola tersebut, dirilisnya iPhone XR kali ini mirip dengan dirilisnya iPhone 5C 2013 lalu: mengusung fitur dan spesifikasi yang lebih rendah, lebih mengusung banyak warna, dan tentunya lebih murah. Tentu ini merupakan strategi Apple. Mari kita ulas.

Strategi Apple Memasangkan Mewah dan Murah

Berdasarkan analisis dari Guggenheim Securities, rilisnya iPhone XR baik untuk bisnis Apple dalam mencari pemasukan. Pasalnya, di tahun 2017 lalu Apple tidak mendapat hasil efektif dari strategi yang mereka gencarkan.

Guggenheim Securities menggunakan metrik berupa harga jual rata-rata atau Average Selling Price (ASP). Di tahun 2017, harga jual rata-rata produk Apple melebihi 700 dollar dan naik dari tahun 2016 yang hanya 651 dollar.

Bagaimana tidak, di tahun 2017 silam, Apple merilis iPhone termahal dalam sepanjang sejarah mereka, yakni iPhone X. Menggandeng seri iPhone 8 yang tidak membawa banyak fitur dan desain baru semenjak iPhone 7. Hal ini membuat berdasarkan dari data mereka, penjualan iPhone 7, iPhone 6s, bahkan iPhone 6, jauh lebih baik ketimbang iPhone 8.

Namun di tahun ini, terdapat pemutakhiran yang signifikan ke gadget high-end mereka yakni iPhone XS dan XS Max. Serta racikan iPhone XR yang merupakan gadget versi 'budget' pun tidak jelek. Bahkan, iPhone XR bisa jadi pilihan upgrade para pemilik iPhone 6 hingga iPhone 8 dengan harga yang sangat jauh lebih murah ketimbang seri XS, tanpa harus membeli model iPhone tahun lalu.

Dengan ini, strategi Apple di tahun ini adalah memasangkan antara gadget high-end dengan seabrek fitur premium, dengan gadget murah yang memiliki beberapa kekurangan namun tidak jelek untuk dibeli dengan banderol harga yang tertera.

Hal ini diperkirakan membuat segmen pasar iPhone XS dan XS Max serta XR terbagi dengan baik. Guggenheim memperkirakan kalau di kuartal terakhir ini, iPhone XR akan mendominasi penjualan iPhone dengan 40 persen, dan akan naik ke angka 50 persen di kuartal pertama tahun depan.

Keunggulan iPhone XR

Mengusung harga yang lebih murah bukan berarti iPhone XR minim keunggulan. Ada beberapa yang bisa kita ambil. Mulai dari iPhone XR punya rentang harga lebih murah 250 dollar ketimbang iPhone XS, dan angka ini belum dihitung jika dibandingkan iPhone XS Max.

Terdapat 5 pilihan warna juga untuk iPhone XR, mulai dari black, white, yellow, blue, serta coral. Terlebih lagi, varian RED yang biasanya rilis 6 bulan setelah iPhone rilis resmi, bisa kita dapatkan secara langsung.

iPhone XR memang dikeluhkan soal layarnya yang berkualitas hanya sedikit di atas resolusi HD dan juga mengusung panel LCD. Meski demikian, iPhone XR punya bentang layar yang lebih besar ketimbang iPhone XR. iPhone XR memiliki bentang layar 6,1 inci, sedangkan XS hanya 5,8.

Soal kamera, tak ada yang membedakan antara iPhone XS, XS Max, serta XR, kecuali XR tak memiliki dual kamera. Soal kamera utama dan depan, semua sama mulai dari bukaan , stabilisasi optikal, resolusi, software, Face ID, semua sama. Hal ini membuat dengan harga yang lebih terjangkau, iPhone XR memiliki salah satu kamera mobile terbaik di dunia saat ini.

Tak cuma kamera, prosesor ketiganya juga sama yakni A12 Bionic terbaru. Bahkan, XR lebih baik soal baterai ketimbang XS karena dalam uji coba yang dihelat Business Insider, iPhone XR bisa tahan dengan perkiraan 16,5 jam.

Tertarik? [idc]

Source: https://www.merdeka.com/teknologi/iphone-xr-dan-harapan-apple-kepada-gadget-gandengan.html



Shate to
Facebook Google+ Twitter Digg


Kembali Print